Prodi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAI Al Hikmah Tuban selalu memberikan kesempatan bagi para mahasiswanya untuk mengembangkan bakat dan minat mereka dalam berbagai hal. Memasuki masa 4.0 ini media siber dan media sosial menjadi hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita, termasuk mahasiwa.

Pada kesempatan akhir tahun, Asosiasi Media Siber Indonesia mengadakan Jagong AKhir Tahun dengan Team Media Siber dan Media Sosial. Berbagai kalangan mengikuti acara ini, termasuk para jurnalis, wartawan, termasuk mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah yang diwakili oleh Ahmad Soleh dan M. Eko Wahyudi . Acara yang bertempat di Hotel and Resto MCM Bojonegoro ini dihadiri oleh Agung Rulianto dan Sapto Anggoro.

Agung Rulianto bercerita bahwa beliau menjadi staf kepresidenan (komunikasi politik) pada tahun 2018. Ia menyampaikan bahwa ketika kita membaca suatu berita, kita tidak boleh menelan berita tersebut mentah mentah, karena ketika kita belum mengetahui tentang kebenarnnya. Apalagi saat ini banyak sekali berita atau informasi hoaks yang terus tersebar. Sehingga, sudah menjadi kewajiban kita untuk memperbanyak membaca sehingga kita memiliki banyak referensi dan pengetahuan sehingga tidak mudah terkena penipuan.

Kemudian, Sapto Anggoro yang merupakan pendiri dari media tirto.id. menyampaikan bahwa tirto.id ini adalah media informasi yang mengkritisi terhadap tindak laku pemerintah dan sesuai dengan data. Karena Sapto Anggoro berpendapat bahwa media informasi itu harus sesuai dengan Undang-Undang No 40 tahun 1999 pasal 3 ayat 1 yang berbunyi “Pers nasional mmpumyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial”. Dengan alasan tersebut, beliau ingin membuat media informasi yang dapat menjalankan amanat Undang Undang. Sehingga, tirto.id didirikan dan menjadi media informasi yang dapat dianggap berkelas karena berita yang disuguhkan sesuai data yang telah melewati riset terlebih dahulu.

Anggoro menambahkan bahwa media informasi itu ada yang bersifat sesat juga ada yg bersifat sehat. karena, jumlah media yang sangat banyak saat ini, maka kita harus pandai memfilter setiap informasi yang disuguhkan, memfilternya ini tentunya dengan pngetahuan agar kita tidak mudah terkena penipuan. karena dalam berita bohong itu ada 3 hal penting yang harus diwaspadai, yaitu berita bohong, berita bohong banget, dan bohong bnget pakek data. Dari 3 hal itu kita harus mngetahuinya biar kita tidak terkena penipuan. Jadi, seperti nomor 3, walapun menggunakan data, kita juga harus mamikirkan dan mambandingkan data tersebut apakah data tersebut benar atau tidak. Ia juga berpesan untuk menggunakan media sosial dan media infirmasi sebaik mungkin karena ini sudah era 4.0 semua sudah berbasis internet. (Ahmad Soleh)

Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah dalam Jagong Akhir Tahun Media Siber dan Media Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *