Kreatifitas masyarakat dan pemerintah sangat berpengaruh dalam pembangunan desa. pembangunan desa dapat dilakukan dengan berbagai aspek, namun dari beberapa aspek yang paling menonjol dalam pembangunan desa adalah masalah ekonomi dan sumber daya manusia (SDM). Sehingga pembangunan ekonomi dan sumber daya manusia sangat diutamakan bagi pemerintah dengan asumsi masyarakat yang produktif dan meningkatnya nilai ekonomi dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

            Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAI Al Hikmah Tuban berkesempatan untuk mengikui Diskusi Panel dengan tema Ekonomi Kreatif dalam Pembangunan Desa yang merupakan salah satu rangkaian acara dalam rangka ulangtahun IDFoS Indonesia. Bertempat di Aston Bojonegoro City Hotel ini, mahasiswa berkesempatan untuk banyak belajar tentang ekonomi kreatif.  

            Menurut Ibu Susanti wakil dari  Balai Pendidikan Masyarakat Desa (BPMD) Jawa Timur tentang pembangunan desa adalah suatu pengembangan ekonomi desa dengan memproduksi suatu produk yang menjadi ciri khas desa tersebut dan memiliki perbedaan Brand dengan desa atau wilayah lain, dengan menerapakan One Village One Product. Beliau menuturkan dengan memiliki kreatifitas masing-masing desa dapat memperoleh nilai lebih bagi setiap desa, dan dari berbagai desa dapat bersaing dan perputaran ekonomi dapat berjalan dengan baik. Penerapan pembangunan desa tersebut untuk pembiayaan dapat dialokasikan dari dana desa atau dapat dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan hal ini sudah menjadi program Presiden dalam pengelolaan dana desa tidak hanya digunakan untuk pembangunan infrastrukstur saja, namun untuk pengembangan dari dana desa itu sendiri melalui pembanguna ekonomi berkelanjutan bagi desa. Selain produk khas desa Ibu Susanti juga memaparkan tentang wisata desa jika memang desa tersebut memiliki potensi dalam pengembangan desa wisata, dengan tujuan selain sebagai tempat wisata dapat juga menjadi tempat pemasaran produk khas desa tersebut.

            Pengembangan ekonomi suatu desa memang berbeda-beda karena semua desa tidak mungkin memiliki kesamaan baik dari sumber daya alam, letak geografi, keadaan demografi, dan lain sebagainya. Hal ini sangat berpengaruh terhadap potensi pengembangan produk suatu desa, sehingga produk yang dihasilkan setiap desa dapat berbeda-beda atau menyesuaikan lingkungan yang ada. Oleh karena itu pengembangan ekonomi desa harus dilakukan dengan pendampingan ahli atau dengan kajian yang matang dari warga desa itu sendiri, untuk memperoleh kesejahteraan pembangunan ekonomi yang direncanakan. Dalam hal ini ekonomi kreatif akan berperan dalam pengembangan ekonomi desa dalam pembangunan desa secara keseluruhan.

            Menurut Bapak Edi Purnomo Wakil dari Pertamina atau Migas menuturkan bahwa pembangunan desa dengan ekonomi kreatif sangat berpengaruh dalam kesejahteraan ekonomi yang akan berdampak pada aspek lainnya. Sebagai pelaku ekonomi kreatif dalam pembangunan desa, beliau berperan sebagai pendukung masyarakat melalui kerjasama dengan IDFos dan masyarakat. Sehingga menciptakan suatu pembangunan ekonomi berupa ayam petelur. Sebenarnya pengaruh beliau tidak banyak dalam pembangunan desa dengan melakukan pembangunan ekonomi kreatif, namun hal ini karena masyarakat yang kompeten untuk meningkatkan pembangunan desa mereka, sehingga pembangunan ekonomi kreatif dapat berjalan.

            Masyarakat desa pada dasarnya untuk kemampuan pengelolaan ekonomi kreatif sangat rendah dan kurangnya pengetahuan, akan tetapi harapan mereka untuk pengembangan dalam pembangunan desa sangat tinggi. Namun karena tidak adanya stakeholders yang memediasi mereka, sehingga masyarakat tidak berani melakukan pengembangan ekonomi kreatif. Hal ini menjadi salah satu faktor mengapa ekonomi kreatif masyarakat jumlahnya masih sedikit dan pembangunan desa tidak berkembang pesat meskipun sidah adanya dana desa yang diberikan pemerintah. Masalah ini menjadi tugas kita bersama dalam pembangunan desa untuk memperoleh desa yang makmur dan sejahtera. (Nurul Jaya)

Mahasiswa Ekonomi Syariah pada Diskusi Panel Ekonomi Kreatif dan Pembangunan Desa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *