KKNI menjadi kurikulum yang digunakan di perguruan tinggi, baik perguruan tinggi negeri ataupun swasta. Dikutip dari laman kemenristek dikti,  KKNI merupakan perwujudan mutu dan jati diri bangsa Indonesia terkait dengan sistem pendidikan nasional, sistem pelatihan kerja nasional, dan sistem penilaian kesetaraan capaian pembelajaran (learning outcomes) nasional, yang dimiliki Indonesia untuk menghasilkan sumber daya manusia nasional yang bermutu dan produktif.

KKNI menyatakan sembilan jenjang kualifikasi sumber daya manusia Indonesia yang produktif. Deskripsi kualifikasi pada setiap jenjang KKNI secara komprehensif mempertimbangkan sebuah capaian pembelajaran yang utuh, yang dapat dihasilkan oleh suatu proses pendidikan baik formal, non formal, informal, maupun pengalaman mandiri untuk dapat melakukan kerja secara berkualitas. Deskripsi setiap jenjang kualifikasi juga disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, atau seni, serta perkembangan sektor-sektor pendukung perekonomian dan kesejahteraan rakyat, seperti perindustrian, pertanian, kesehatan, hukum, dan aspek lain yang terkait. Capaian pembelajaran juga mencakup aspek-aspek pembangun jati diri bangsa yang tercermin  dalam  Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika yaitu menjunjung tinggi pengamalan kelima sila Pancasila dan penegakan hukum, serta mempunyai komitmen untuk menghargai keragaman agama, suku, budaya, bahasa, dan seni yang tumbuh dan berkembang di bumi Indonesia.(kemenristek dikti)

Dari beberapa saat yang lalu, agenda sosialisasi ataupun pengembangan kurikulum ini telah banyak dilakukan, termasuk di lingkungan KOPERTAIS IV Surabaya. Workshop yang dilakukan ditujukan baik untuk perguruan tinggi maupun program studi. Salah satu workshop yang telah dilakukan kopertais IV adalah dengan menggandeng asosiasi program studi Perbankan Syariah, Hukum Ekonomi Syariah, dan Ekonomi Syariah untuk pemantapan implementasi SN Dikti, dimana acara ini bersamaan dengan agenda Olimpiade Perbankan Syariah yang diadakan oleh Bank Indonedia.

Dalam Acara yang dilaksanakan di Ruang Sebaguna Perpus BI Mayangkara ini, beberapa hal dibahas termasuk progress masing-masing program studi untuk implementasi kurikulum KKNI di kampus masing-masing. Acara ini diikuti oleh cukup banyak perwakilan prodi, termasuk salah satunya adalah program studi Ekonomi Syariah STAI Al Hikmah Tuban.

FORSES yang merupakan Asosiasi Program Studi Ekonomi Syariah se Kopertais IV membuat agenda lanjutan pasca acara di Gedung Serbaguna Perpus BI Mayangkara itu, yaitu diadakannya Workshop Penyusunan Kurikulum Perspektif KKNI pada Program Studi Ekonomi Syariah yang diadakan selama dua hari di Pondok Asri Family Guest House.

Prodi Ekonomi Syariah dalam Workshop Pemantapan Implementasi Kurikulum SN Dikti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *